Tuesday, April 3, 2012

Hana Yori Dango 1+ 2

I've just finished watching Hana Yori Dango Season 1 + 2

It's not to my taste actually. I wonder why people are going crazy bout this story.

Kalau sekadar untuk rehat2 dan layan feeling, boleh la. But for me terlalu banyak yg tidak perlu/tidak sesuai untuk dikongsikan.

Kisah ini lebih kepada kisah impian seorang manusia yg inginkan kesempurnaan. Dalam erti kata lain, ini adalah impian scriptwriter/pencipta cerita ini.

Atau paling sesuai sekali jika ku katakan, ini adalah impian setiap manusia di muka bumi ini. Terutamanya teenagers (warga dunia umur belasan yang baru menginjak ke usia dua puluhan).

Well... jalan cerita ini sememangnya indah. Tapi dari segi tanggungjawab sosial, ia ternyata tidak memberi sebarang input yang bagus untuk dihayati dan diamalkan dalam kehidupan.

Atau adakah ini sebenarnya tatacara hidup warga Jepun? Adakah ini jenis kehidupan nyata yang diamalkan oleh warga Jepun secara total?

1. Ibu dan ayah ditengking herdik sesuka hati - lihat saja scene Tsukasa Domyoujii menengking ibunya dengan kasar dan wajah sombong. Well, bagi aku yg mempunyai budaya lemah lembut, sopan santun dan mempunyai agama, aku tidak boleh menerima situasi ini. Mungkin anda tidak kisah, tapi aku kisah. I've born in this etiquette and I can't accept the idea of being rude and not respecting the elders.

2. Ibu dan ayah membiarkan/mengajar/mendidik/menyuruh anak gadis mengejar lelaki kaya demi masa depan keluarga kerana ayah tidak mampu memberi kekayaan kepada keluarga (ayah tak mampu memberi kehidupan kepada keluarga)

- lihat sepanjang scene bersama keluarga Makino Tsukushi.. ayah dan ibu tak kisah anaknya pulang lewat, ayah dan ibu tak kisah anaknya keluar dating dengan siapa saja jantan yang mengajak, ayah dan ibu tak kisah meninggalkan anak gadisnya tinggal seorang tanpa sebarang pesan (scene sewaktu ayah dan ibu menjadi nelayan dan meninggalkan anak2 mereka terkontang kanting sehingga terpaksa pandai2 cari rumah usang untuk tinggal)
- hakikat sebenar kehidupan, siapa tak nak kaya dengan mudah? hakikat sebenar, adakah kaya membawa bahagia? hakikat sebenar, harta kekayaan sememangnya boleh membeli cinta murahan anak2 sekolah tak cukup umur

I've been wondering till to-date... is this the value of Japanese people in leading their life?

The fact: I'm so pissed off with this storyline

Eventhough I myself love guys who is rude/rough/no attitude but I cannot stand to be in a longer relationship with them. And YES actually I've also had many experiences with those kind of bad guys to whom I'm deeply in love with. This is due to bad reading items which had bought me to love the idea of bad guy is the best guy whom you should run crazy for.

Comparing the Japs and the Koreans, I think, Korean has many softer spot and more reasonable to be with.